Showing posts with label Berita Politik. Show all posts

Jelang Kongres Hanura, Wiranto Bakal Jadi Ketum Lagi Secara Aklamasi




Jakarta - Tahun 2015 sepertinya bakal banyak diwarnai dengan pemilihan ketum parpol secara aklamasi. Partai Hanura yang akan menggelar musyawarah nasional (Munas) ke-II di Solo, Jawa Tengah, pada 20-22 Februari 2015 mendatang, kemungkinan besar bakal memilih kembali Ketum Wiranto secara aklamasi.

"Pak Wiranto saja," kata Ketua DPP Hanura Susaningtyas Kertopati saat ditanya calon ketum Hanura di kongres, Senin (22/12/2014).

Menurut Nuning, sapaan Susaningtyas, kader-kader Hanura baik di pusat dan daerah mendukung eks Panglima ABRI itu kembali memimpin partai 5 tahun ke depan. Wiranto juga sudah bersedia dicalonkan lagi.

"Sudah (bersedia -red)," tutur perempuan pengamat intelijen ini.

Senada dengan Nuning, Ketua DPP Hanura Ali Kastella juga menyatakan kader-kader Hanura mendukung Wiranto untuk kembali memimpin parpol yang identik dengan warna oranye itu. Saat ini, menurut Ali, tak ada kader Hanura yang ketokohannya melampui Wiranto.

"Kalau kita kita evaluasi, sekarang ini tak ada yang lebih baik dari beliau," ujarnya.
Read more

Bambang Soesatyo: Golkar Tak Karam Meski Lama Islah


JakartaCNN Indonesia -- Dinamika dualisme kepengurusan Partai Golongan Karya (Golkar) masih terus berlanjut. Islah nampak semakin sulit direalisasikan. Namun, politikus Golkar Bambang Soesatyo optimistis partai beringin tidak bakal karam.

"Percaya, Beringin tidak akan tumbang meski diserang dari delapan penjuru angin. Akarnya terlampau kuat dan sudah teruji. Apa yang terjadi hari-hari ini pada Golkar, belum ada apa-apanya saat awal reformasi," ujar Bambang melalui pesan singkat, Ahad (21/12).

Bambang menceritakan kembali kondisi Golkar pada masa reformasi yang mengguncang hingga ke akar seperti terdapat banyak kantor Golkar dibakar, para kader diburu bahkan ditelanjangi, dihina dan dicaci maki. Demonstrasi tiada henti dan terjadi tuntutan untuk membubarkan Golkar di hampir seluruh wilayah di tanah air.

Menurut Bambang, Golkar telah membuktikan bahwa partai itu mampu bertahan meski keberadaannya kala itu benar-benar ditentang oleh publik.

Pernyataan Bambang menanggapi hasil Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyebut, Golkar bisa berada di bawah 10 persen apabila konflik dualisme tidak segera berakhir. Bukan hanya itu, peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan, Golkar hanya bisa menjadi kenangan dalam buku sejarah politik Indonesia.

Dibandingkan dengan saat itu, Bambang yakin permasalahan ini akan selesai meski bukan dengan langkah islah. Diketahui, beberapa hari lalu, sekretaris fraksi Golkar ini mengajak Golkar kubu Agung Laksono untuk menyiapkan amunisi untuk berperang melalui pengadilan.

"Daripada saling tuding, lebih baik siapkan bukti-bukti hukum biar terbuka semua. Mana Munas (Musyawarah Nasional) yang memenuhi aturan dan mendapat dukungan DPD I dan DPD II se-Indonesia. Mana munas yg seada-adanya," katanya. 
Read more

Jokowi: Gubernur NTT Tiap Hari Telepon Presiden, Gubernur Lain Takut



Kupang - Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan serangkaian kegiatan dan blusukan. Saat menghadiri upacara HUT ke-56 NTT, Jokowi memuji NTT sebagai provinsi yang istimewa. Apa maksudnya?

"Pak Gubernur telepon saya setiap hari. Minta waduk diresmikan, dikejar-kejar. Nanti kalau waduk ini sudah selesai, silakan telepon lagi. NTT ini memang istimewa betul, gimana... Gubernurnya tiap hari telepon presiden, yang lain takut telepon presiden," ujar Jokowi dalam sambutannya di HUT ke-56 Provinsi NTT, di rumah jabatan gubernur NTT, Jalan Eltari, Kupang, Sabtu (20/12/2014).

Jokowi lalu bercerita saat dirinya dua tahun lalu dilantik sebagai gubernur DKI Jakarta dengan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). "Kini setelah dua tahun Pak Ahok yang saya lantik. Kalau ingat lucu. Dua tahun baru saja saya jadi gubernur lantiknya gantian, jadi hidup tidak ada yang tahu, perjalanan sejarahpun saya enggak tahu," ucapnya disambut tawa hadirin.

"Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke NTT, usianya sudah 56, tapi untuk sebuah provinsi ini masih sangat panjang, untuk PNS ini namanya sudah pensiun, jadi perjalanan masih sangat panjang," sambungnya.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya menyatakan kegembiraannya dengan kehadiran Presiden Jokowi dan Ibu Iriana ke wilayahnya. Bagi Frans, kehadiran Jokowi sebagai hadiah Natal dan tahun baru.

"Sebuah peristiwa bersejarah, di saat NTT 56 tahun, Presiden RI Bapak Joko Widodo, dan Ibu Iriana Joko Widodo dan berserta rombongan berkenan hadir dan menjadi bagian dari

masyarakat Nusa Tenggara Timur. Realitas ini sulit dipercaya, kehadiran ini disambut antusia dan kami syukuri sebagai hadiah ulang tahun NTT ke 56. Juga hadiah natal dan hadiah tahun

baru. Kehadiran Bapak Presiden beserta Ibu Iriana tentu makin meneduhkan kami, bahwasanya apapun yang kami alami diantara 1.... pulau, kami tak pernah sendirian dan ditinggalkan," ucapnya.
Read more

DPD Golkar Papua: Pasca Putusan Menkum, 85 % DPD II Dukung Agung Cs





Jakarta - Keputusan Menteri Hukum dan HAM yang tidak mengesahkan salah satu kepengurusan DPP Partai Golkar, memicu dukungan baru dari DPD kepada kubu Agung Laksono. Hal itu tak lain karena surat Menkum HAM membuat kedua kepengurusan DPP kini setara.

Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Pa‎pua John Tabo, mengatakan pasca keputusan Menkum HAM, pengurus di daerah kita lebih berani terbuka medukung Agung Cs. Dia mengklaim, 85 persen DPD II di Papua mendukung Munas Jakarta yang digelar kubu Agung Laksono. 

"Semua daerah mendukung hasil Munas Jakarta, karena di Bali penuh rekayasa karena merasa DPD I tidak memberikan hak demokrasinya. Itu diintimidasi oleh kepentingan kelompok ARB. Dengan adanya putusan (Menkum HAM) ini, semua orang (pengurus-red) mendukung Munas Jakarta," kata John Tabo kepada detikcom, Jumat (19/12/2014).

‎"Dari Aceh dan teman-teman lain, sudah 85 persen DPD II (mendukung kepengurusan Agung Laksono)," imbuhnya.

John mencontohkan, DPD Provinsi Papua memiliki 29 DPD II atau tingkat kabupaten/kota. Sebanyak 28 di antaranya mendukung kepengurusan Agung Cs, di mana mayoritas mereka datang saat Munas digelar di Ancol, Jakarta.

John menungkapkan hal itu berdasarkan komunikasinya dengan DPD di daerah-daera pasca Munas Jakarta.‎ "DPD II seluruh Indonesia kita telepon, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya kita saling komunikasi," ujarnya
Read more

Gedung Kementerian BUMN Mau Dijual, Ini Respons Jokowi


Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno punya wacana menjual gedung kantor Kementerian BUMN demi efisiensi. Bagaimana respons Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas hal ini? "Belum tahu, belum masuk ke saya. Ini kan dalam rangka efisiensi, tetapi saya belum mendapatkan usulan itu. Jadi belum tahu," ujarnya usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/12/2014). Jokowi memang memberi perintah, supaya seluruh BUMN melakukan efisiensi. Caranya diserahkan kepada masing-masing BUMN. "Efisiensi karena perintahnya semua BUMN harus efisien. Dengan cara apa, ya kita belum mengerti. Kalau ada usulan ke saya, baru (tahu). Mesti kan ada kalkulasi, mesti ada hitungannya," ujar Jokowi. Kemarin Rini menjelaskan, alasan pejualan gedung yang dulu milik PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) itu. Salah satu alasannya adalah biaya perawatan gedung yang cukup mahal. "Pada dasarnya kami itu di Kementerian BUMN total pegawai 260 orang, itu kita 22 lantai. Memang sebagian bisa disewakan ya, sebagian juga disewakan," kata Rini di Istana Negara kemarin. "Tapi persoalannya juga gedung itu cukup tua yah. Jadi kalau kerja hari Minggu, kan AC itu harus nyala semua. Jadi kan nggak efisien. Itu yang kami usulkan," ujar Rini.
Read more