Showing posts with label Berita Dunia. Show all posts

Pakistan tangkap tersangka penembakan anak-anak sekolah



Polisi di Pakistan mengatakan mereka telah menangkap sejumlah orang tersangka yang terlibat dalam penembakan massal di sekolah di Peshawar pekan lalu


Menteri Dalam Negeri Pakistan, Chaudhry Nisar Ali Khan, mengatakan pria tersebut merupakan "fasilitator" penyerangan yang menewaskan 141 orang, termasuk 132 anak-anak.
Dia menambahkan pihak intelijen mengindikasikan adanya rencana serangan lain.
"Kami menerima laporan intelijen dari seluruh wilayah bahwa milisi bersiap untuk melakukan aksi lainnya dan serangan yang tidak berperikemanusiaan".
Dia mengatakan dia tidak dapat memberitahu jumlah ataupun identitas para tersangka tersebut.
Juru bicara Taliban Pakistan mengatakan serangan dilakukan terhadap militer yang mengelola sekolah.
Serangan tersebut, tambah juru bicara kelompok tersebut, merupakan aksi balas dendam terhadap serangan militer di perbatasan Afghanistan.
Ribuan orang di Pakistan mengunjungi sekolah yang dikelola tentara pada Minggu (21/12) untuk melakukan upacara berkabung bagi para korban tewas.
Setelah serangan, negara itu kembali memberlakukan hukuman mati yang sempat berhenti sejak 2008 lalu. Sejak hukuman itu diberlakukan, aparat telah mengeksekusi enam orang.
Empat orang terbukti bersalah oleh pengadilan karena terlibat dalam rencana pembunuhan President Pervez Musharraf pada 2003. Dua orang lainnya dieksekusi pada Jumat (19/12).
Read more

Otoritas Australia dakwa ibu yang diduga bunuh delapan anak

Otoritas Australia telah mendakwa seorang perempuan dalam kasus pembunuhan tujuh anaknya dan keponakannya di bagian utara kota Cairns.
Dakwaan terhadap Mersane Warria, 37 tahun, diberikan ketika dia berada dalam perawatan intensif di rumah sakit akibat luka sayatan yang dideritanya, menurut keterangan polisi.
Hasil uji pasca kematian atau Post-mortems dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab tewasnya delapan korban.
Para korban yang tewas berusia antara 18 bulan dan 14 tahun.
Polisi menemukan sejumlah senjata di lokasi, termasuk pisau, yang masih diselidiki.
Jenazah para korban dilaporkan ditemukan oleh anaknya yang berusia 20 tahun, ketika tiba di rumah pada jumat pagi.
Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa peristiwa ini "merupakan kejahatan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata".
Read more

Sebanyak delapan bocah ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Kota Cairns, sebelah utara Negara Bagian Queensland, kata polisi Australia


Polisi menemukan jasad para bocah itu setelah mereka dipanggil ke Jalan Murray pada pukul 11.20 waktu setempat menyusul laporan bahwa seorang perempuan menderita luka tikam. Perempuan berusia 34 tahun itu telah dibawa ke rumah sakit dan kini kondisinya stabil.
Belum jelas hubungan antara perempuan tersebut dan anak-anak yang usianya beragam, antara 18 bulan hingga 15 tahun.
“Dalam pemeriksaan di rumah itu, polisi menemukan jasad para bocah yang berusia antara 18 bulan hingga 15 tahun,” sebut pernyataan resmi Kepolisian Queensland.
Inspektur Polisi Bruno Asnicar menambahkan, dirinya belum dapat mengonfirmasi apakah kedelapan bocah tersebut berasal dari keluarga yang sama.Dia juga belum bisa mengatakan penyebab pasti kematian mereka. Namun, sejumlah laporan media di Australia mengatakan mereka tewas ditikam.
Sejauh ini, polisi masih menutup rumah di Jalan Murray, Kota Cairns, untuk kepentingan penyelidikan.
Read more

Aksi tunawisma buat mahasiswi terharu

Gerakan penggalangan dana yang diprakarsai mahasiswi bernama Dominique Harrison-Bentzen itu bermula ketika dia hendak pulang malam, pada 4 Desember lalu, dan menyadari bahwa uangnya habis dan kartu ATM-nya telah hilang. Pada saat bersamaan, baterai telepon selulernya dalam kondisi kosong sehingga dia tidak tahu bagaimana cara pulang ke rumah. Tiba-tiba seorang tunawisma, yang belakangan diketahui bernama Robbie, menghampirinya. Dia membuka dompetnya dan mengeluarkan uang sebanyak £3 atau setara dengan Rp58.000. “Saat itu, dia mengatakan, ‘Ini semua yang saya punya. Pakailah supaya kamu bisa naik taksi dan pulang ke rumah’. Saya tidak menerima uang itu, tapi yang jelas saya tercengang oleh kebaikannya,” kata Dominique kepada BBC. Tidak dijelaskan bagaimana akhirnya Dominique bisa pulang, namun setelah pertemuannya dengan Robbie, dia memulai gerakan penggalangan dana di jejaring sosial Facebook. Mahasiswi Universitas Central Lancashire itu meminta setiap orang menyumbangkan £3. Dana yang terkumpul, menurut Dominique, akan digunakan untuk menyewa tempat tinggal bagi Robbie. Awalnya, Dominique berharap bisa mengumpulkan £500. Namun, kini dana yang tergalang sudah mencapai lebih dari £20.000 atau Rp391,2 juta. “Saya tidak pernah berniat mengumpulkan uang sebanyak ini, jadi sekarang saya menerima saran soal penggunaan uang hasil sumbangan. Namun, prioritasnya adalah menggunakan £1.500 untuk menolong Robbie,” kata Dominique. Selain menggalang sumbangan, Dominque mengajak sesama simpatisan di Facebook untuk menginap selama 24 jam di jalan Kota Preston guna merasakan kehidupan tunawisma. “Sulit memang, tapi saya tidak bisa mengeluh. Mata saya terbuka terhadap apa yang dihadapi para tunawisma setiap hari,” ujarnya di tengah suhu bulan Desember yang di bawah 5 derajat Celsius. Read more